Posted by trieand | Posted in Catatan Harian | Posted on 03-06-2011
6
Dear All,
Ada anak tikus melihat seekor kelelawar terbang di atasnya dan kemudian bertanya pada ibu tikus.
Anak tikus : Ibu, apa itu yang lagi terbang di atas?
Ibu tikus : Oooo… itu kelelawar namanya, emang kenapa?
Anak tikus : Kok wajahnya mirip ama kita ya bu?
Lalu, si ibu tikus menjawab sekenanya, “Sebenarnya kelelawar itu masih sodaraan ma kita nak, masih satu bangsa gitu…. tapi dia lebih modern karena dia ambil JURUSAN PENERBANGAN…!!!”

Anak tikus :
##@@$$#@@$#?????
Aku nulis ini gara-2 tadi siang secara gak sengaja nonton salah satu stasiun TV yang nayangin acara hobby unik dari seorang anggota polisi. Dan disitu diperlihatkan koleksi piaraannya yang antara laen si batman/kelelawar itu.
Tanpa sadar aku juga ikut-2 memperhatikan muka si kelelawar ternyata kok sama persis dengan mukanya si micky tikus.
Yaaahhhh…. begitulah, mirip di wajah belom tentu mirip pula nasibnya. Hal ini bukanlah untuk melemahkan, tetapi lebih pada untuk mengingatkan ato menyadarkan kita bahwa walaupun kita sama ato mirip tapi ada orang laen yang nasibnya jauh lebih beruntung dibanding dengan kita.
Walaupun seseorang kalau dilihat dari pendidikannya mungkin sederhana, keahliannya juga pas-pasan, akan tetapi jangan lupa ada faktor “lucky”/”bejo” yang bicara. Dan seringkali faktor “X” yang menaungi orang inilah yang akan menjadi pembeda bagi orang itu.
Pada intinya kita gak boleh merasa IRI, mungkin aja orang yang kita anggap “lucky”/”bejo” tadi juga punya sisi lain yang gak seberuntung kita, ato malah lebih menyedihkan dari kita. Dan ternyata orang tersebut juga mungkin merasa IRI kepada kita karena sisi lain dari “lucky” kita. Karena kita harus yakin bahwa Tuhan pasti menciptakan manusia dengan keberuntungannya masing-2, tinggal kitanya aja yang harus berusaha menggalinya.
Dalam hidup sering kita memandang rumput tetangga selalu lebih hijau… tapi kita lupa bahwa rumput di pekarangan kita juga bisa kita sulap menjadi hijau tapi dalam bentuk dan cara yang berbeda.
Jadi…. tak ada gunanya kita membandingakan nasib diri kita dengan nasib orang laen walaupun kita mirip. Bersyukurlah dan tetap berusaha dan berkarya karena “JURUSAN” yang kita ambil berdeba antara yang satu dan yang laennya.
Tetap berusaha…. SEMANGKAAAAAAAA!!!!!!
Best Regards,
trieand.
Betul Mba, setiap orang memang memiliki nasib tersendiri. Hal itu pun merupakan pilihan terbaik dari Tuhan sebagai “bonus” atas upaya yang yang dilakukan seseorang.
Setiap orang pun memang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Yo semangat!!!
pada intinya… semua yang ada di diri kita memang yang terbaik dari Tuhan… tinggal kita pinter2nya menggali kelebihan dan meminimalkan kekurangan yang ada… betul gak om?
faith, destiny sangat berpengaruh pd jalan hidup manusia
semangkaaaaaaaaaaaa :D
Se… Mang….Giiiiiiissss…. biar gak “m*c*et” maem semangka terus… hihihi…

guru : “Kenapa Pangeran diponegoro ditangkap?”
……………..
murid : “Takdir pak……”
murid II : Interupsi pak….
guru : ada apa…. ???!!!
murid II : udah sekenario Tuhan pak…..