rss
twitter
  •  

Orang Desa Ngeblog

| Posted in Kontes |

30

Rumput-rumput di sisi jalan masih merunduk, berat menahan buliran air di punggung-punggung mereka. Di badan jalan terlihat beberapa orang berjalan gegas, namun kemudian melambat ketika sedang menghidari becek pada permukaan jalan bertanah dengan pengerasan seadanya. Saling melemparkan salam dan senyum di pagi yang hangat. Burung-burung pun seakan tak mau kalah, kicaunya memecah kesunyian menyambut sang mentari. Ini adalah matahari pertama setelah 2 bulan lebih desa Sakkoli diselimuti awan gelap dan hujan yang turun hampir tiada henti.

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni

dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

(Sapardi Djoko Damono : Hujan Bulan Juni)

Tak jauh dari kantor desa, di pekarangan sebuah rumah panggung sederhana, nampak Dani sedang duduk di dipan bambu, di bawah pohon mangga besar berdaun rimbun yang tak sedang berbuah. Sesekali ia menyeruput teh hangat buatannya, agak sedikit manis, ditemani sepiring pisang goreng hangat. Bengong, entah apa yang sedang dipikirkannya.

“Hei Dan, kenapa kau ini. Kakak perhatikan sejak 15 menit yang lalu, kerja kau hanya bengong-bengong saja.” Suara Danang seketika mengagetkan Dani, hampir saja ia menumpahkan tehnya. Setelah 4 tahun merantau di tanah Sumatera, logat kakak malah lebih mirip orang Medan. Sudah seminggu ini kakak mengambil cuti, pulang untuk menengok kami.

“Dani sedang bingung, kak. Sejak 3 bulan lalu Dani mengenal dunia blog. Dikenalkan oleh kakak-kakak KKN dari kota, kak. Saat ini Dani sudah punya blog. Tapi jarang membuat tulisan, kak. Sekarang bingung….”

Belum selesai Dani bicara, Danang langsung menimpali. “Hei Dani, asal kau tau, kakak kau yang keren ini, Danang bin Marjuki juga seorang blogger tulen. Sudah 2 tahun lebih kakak kau ini aktif sebagai blogger. Coba kau cari di mesin pencari semacam google atau yahoo tulisan-tulisan kakak mu ini, pasti banyak sekali kau temukan. Kakak kau ini pun cukup terkenal di dunia blog.”

Kak Danang ikut duduk di dipan bambu berukuran 1×2 meter itu, berdampingan dengan Dani. Mengambil potongan pisang goreng hangat di piring, berharap bisa mengusir rasa dingin yang sedang menjalar ke sekujur tubuhnya. Memang dipannya terasa lembab, pasti karena hujan kemarin, dingin.  Setelah menghabiskan pisang goreng di mulutnya, ia lalu lanjut berbicara. “Dani, kau ingat saat 17 Agustusan lima tahun yang lalu. Saat itu kakak kau yang keren ini, Danang bin Marjuki, ikut dalam lomba sastra, mengarang sebuah cerita yang sangat indah dan sangat bagus, juga sangat layak menjadi juara. Tapi entah kenapa, saat itu juri-juri terlihat bingung ketika membaca cerita kakak kau ini. Bahkan cerita kakak kau ini tak dijadikannya juara. Sebel aku, padahal hadiah boneka Hello Kitty itu telah  sejak lama ku incar….”

“Ternyata saat aku baca lagi naskah ceritaku itu setahun yang lalu, aku jadi paham kenapa waktu itu kakak mu ini tidak juara. Sampai-sampai aku tertawa saat membacanya berulang kali. Malunya aku. Kau tau, ceritaku itu sangat-sangat tidak jelas pangkal ujungnya, cerita pernikahan Spongebob dengan Hello Kitty, lalu Power Ranger yang menumpas para koruptor. Sangat menggelikan. Tapi tak apalah, itu sebuah proses belajar.”

Kak Danang menyeruput teh milikku, emang kebiasaan kakakku ini, lalu kembali bercerita. “Bukan cuma itu, kalau kakak baca lagi tulisan-tulisan awal kakak di blog, sering kali kakak tertawa. Kok bisa-bisanya Danang bin Marjuki, kakak kau yang keren ini menulis seperti itu. Namun belakangan kakak merasa tulisan kakak makin baik, makin jelas, mungkin makin berbobot. Tapi entahlah beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian, mungkin kakak akan tertawa lagi ketika membaca tulisan kakak yang terbaru itu. Jadi kau harus tetap menulis, karena itu adalah proses belajar menuju yang lebih baik. Jika kau tidak pernah memulainya, maka kau tak akan pernah bisa menulis dengan baik.”

“Selain itu, hal yang perlu kamu lakukan adalah sering-sering lah kau blogwalking, bersilaturrahim dengan blogger lain. Saling bertukar pikiran melalui tulisan. Tak eloklah kalau hanya menulis saja lalu tak ada yang membaca. Meskipun ada juga blogger yang hanya ingin menulis sekedar sebagai catatan hariannya, seperti kakakmu ini pada mulanya. Hal yang lain, kau harus rajin-rajin merespon setiap komentar yang ada, jangan sampai pengunjung merasa tak dipedulikan, itu pada akhirnya membuatnya bosan berkunjung di blog kau. Jangan pula kau takut-takut berkomentar pada blogger senior yang sudah makan asam garam, toh dia tak akan makan kau, asal komentar kau tak macam-macam. Semakin lama kau pun akan semakin paham dan dewasa dalam berkomentar dengan tepat. Jadi tetaplah kau menulis dan bersilaturrahim. Kau paham!”

Dani yang sedari tadi memerhatikan kakaknya yang serius bicara hanya mengangguk-angguk, entah dia mengerti atau pura-pura mengerti. Tapi sebenarnya Dani sudah tahu semua yang diucapkan oleh kakaknya itu. Kakak-kakak KKN yang memberitahunya. Dengan nada rendah Dani pun berbicara dengan gaya sedikit memelas. “Sebenarnya yang buat Dani bingung bukan masalah tulisannya, kak. Anu kak, anu. Sebenarnya Dani gak ada duit buat ke warnet di desa sebelah. Sudah seminggu Dani tidak ngeblog, kak.”

“Bah, kenapa tak kau bilang dari tadi, kalau cuma itu masalahnya persoalan gampang lah.” Kak Danang merogoh dompetnya, mengeluarkan uang lembar 50 ribuan dan menyerahkan kepadaku.

Ish, kakakku ini sotoynya dari dulu tak pernah berubah, tapi sangat perhatian loh pada adiknya ini. “Makasih, kak. Boleh minta selembar lagi gak, kak?” Tanyaku menggoda sambil memainkan kedua alis mataku.

Cetetan:

  • Makasih buat mbak trieand yang telah sudi memersilahkan saya untuk turut memeriahkan hari lahirnya, ingat loh mbak umur bukannya bertambah, tapi berkurang. Hehe, malah nakut-nakutin.
  • Maaf ya, tulisannya dibuat dalam bentuk cerita, biar lebih bervariasi. Suka dan dukanya sebagai blogger newbie tersurat dan tersirat dalam cerita loh. Mohon disimak dengan saksama.
  • Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama dan lokasi itu hanya kebetulan saja. Tapi nama lokasinya beneran ada loh. Hehee.

Comments (30)

Wah kelihatannya damai banget ya di kampung halaman. Kalau mengai bloher sih banyak juga orang2 desa. Wong diriku juga orang udik hehe

[Reply]

agus Reply:

@udienroy, iya kampungnya damai, tapi gersang kalau lagi musim kemarau, sawahnya tadah hujan gitu,,

wah, orang udik toh??
saya mah orang kampung jg tapi lama di kota,,
:hehe:

[Reply]

wah fiktif toh, tapi mantab kang ceritanya, seperti membaca kisah nyata:sip::sip::sip:

[Reply]

agus Reply:

@Hakim, time kasih sangad,,

tuh gegara keracunan novel :hehe:

[Reply]

wuahh menarikk di buat cerita gitu, tapi itu tulisan sang kk yang “pernikahan Spongebob dengan Hello Kitty, lalu Power Ranger yang menumpas para koruptor” lucu juga yah hehehe.. btw itu cerita fiktif atau asli y?? :hihi:

[Reply]

agus Reply:

@agoenk70, beneran fiksi kok ini,, :hehe:

[Reply]

Sama sama orang kampung. .:hihi:
sy nge-blog mah di pinggir sama :ngakak:

[Reply]

agus Reply:

@Udin Hamd | Ini Newbie Saya: :mlorok: hmm, beneran ini bukan Danang bin Marjuki,,
jadi curiga,

:hehe:

[Reply]

keren ya penjabaran kisahnya saat menjadi newbie..:sip:

[Reply]

agus Reply:

@TUKANG CoLoNG, kesulitan cari akses internet,,,
itu masalah utama kayaknya,,
ke warnet gak punya duit,,
nyari hotspot malah lebih mahal, segelas air 30ribu,, :diem:
di kampus malah pake password,, :phew:

[Reply]

trieand Reply:

@agus, mas, blognya lagi error yak… aku kesana kok error 404 not found… hehe… cuma ngasih tau aja:sikut::sikut:

[Reply]

agus Reply:

@trieand, gak error kok, mbak. Pasti klik komen yg di bawah ini kan,,

itu error gegara ganti judul tulisan :hehe:

[Reply]

[...] dibaca di sini (orang desa ngeblog) . Mohon dikomen [...]

[...] dibaca di sini (orang desa ngeblog) . Mohon dikomen [...]

Waahh… mantabana neh ceritanya… :sip::sip:
sekarang semua kalangan dah melek teknologi, jadi orang desapun dah ga ketinggalan ma dunia blogging… dari tengah sawah aja sekarang dah bisa dapetin uang dari inet… :lompat::lompat:

[Reply]

agus Reply:

@trieand, tulisannya udah diposting. Time kasih sangad, mbak. Ah si embak, tulisannya masih acak kadut gitu.
:hehe:

iya, malah beberapa sudah membentuk komunitas blogger, tapi di masih tingkat kabupaten juga sih.

:kringetan: jangan di tengah sawah, mbak. Bisa dikejar golok sama yg punya sawah.

[Reply]

Hihihi..ini fiksi yg based on true story yak? Wkwk..

[Reply]

agus Reply:

@Harikuhariini, ah gak semuanya kok, ini beneran loh,, :hehe:

[Reply]

Benar2 tulisan mas agus nih… :hore:
selalu berbentuk cerita….
mantapppppppppp ..
kayaknya bukan tempatnya aja deh yg asli orangnya juga :mlorok:

[Reply]

agus Reply:

@delia, kalau orangnya beneran fiktif,mbak,,
beneran gak kepengan boneka hello kitty kok,, :kembik2:

[Reply]

wah..ikutan juga toh ^^
hihi semangat..
diperpanjang yah waktunya:hihi::sip:

[Reply]

agus Reply:

@kang ian, iya ikutan jg,, :hehe:

:ngelamun: Daftarnya udah lama kok, sebelum batas akhir. Publishnya baru dapat giliran sekarang.

[Reply]

Asyik bener tuh ngeblog di kampung keknya :sip:

[Reply]

agus Reply:

@Erdien, asik sih, tapi gak ada duit,, :kembik2:

[Reply]

wah, saya kira kisah asli mas. ternyata fiktif. tpi ndak apa2, mantap!

tapi itu kok bisa ada spongebob sm hello kitty-nya juga toh? hehehe…

salam blogger

[Reply]

agus Reply:

@ronny fauzi, iya ceritanya fiksi,,
anu spongebob dan hello kitty itu, ah jadi gak enak,, :hehe:

salam,,

[Reply]

enak nih dibacanya…
semoga menang yah..:)

[Reply]

agus Reply:

@ralarash, time kasih,,
:hehe:

[Reply]

selamat semoga sukses…
satu kampung halaman suport…

[Reply]

agus Reply:

@farus, makasih, kontesnya sudah selesai loh,,
sekampung tah??

kemarin kayaknya udah komen, kok ilang ya??:mlorok:

[Reply]

Post a comment

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :sliweran: more »