rss
twitter
  •  

Manusia memiliki nilai yang sama

| Posted in Catatan Harian |

43

Dear All,

Maaf  sodara-sodara… ane kemaren sangat sibuk kerja offline, jadi gak sempet nengokin blog  ane sama sekali… paling cuma intip-2 lewat hp. Jadi baru sempat balesin komen and sedikit nulis artikel.

Ohh iya… sekalian mau bilang, sekarang blog ane dah bisa enak neh diakses lewat hape… biar yang super sibuk yang biasa akses lewat hape jadi enak liatnya….

Artikel ini sebenarnya hasil dari acara training bulanan di tempat kerja ane, kemaren pas kena giliran jatah buat dengerin trainer cuap-2… tapi seneng juga, jadi ada bahan buat tulisan…. ( maklum…. ni otak lagi kriting, jadi gak bisa mikir bikin artikel bagus… hehehe… )

Semoga bisa menularkan motivasi buat yang baca dehhh…. cekidot-lah… kalo begetoooo..

Dalam sebuah training….  seorang trainer menanyakan satu pertanyaan kepada para peserta training  “Siapa yang menginginkan uang ini?” tanya sang trainer sambil melambaikan lembaran uang 100 ribu rupiah. Terang aja…  hampir seluruh peserta mengacungkan tangan mereka.

Si pembicara tersenyum lalu ia mengenggam lembaran uang itu dan mulai meremas lembaran 100 rupiah tsb sampai kucel. Lalu ia kembali menanyakan hal yang sama, dan tetap hampir semua peserta mengacungkan jari mereka.
Kemudian sang trainer mulai berjalan ke meja lalu mengambil gelas berisi air dan mulai menyiram lembaran uang tsb sampai basah. Setelah itu ia menanyakan kembali siapa yang masih menginginkan uang tsb, tentu saja masih banyak orang yg mengacungkan jari mereka.

Untuk kesekian kalinya si pembicara bertanya hal yg sama namun kali ini uang tsb ia letakan di lantai dan diinjak. Namun tetap saja para peserta mengacungkan jari mereka meskipun uang 100 ribu itu sekarang telah kotor dan basah. Selanjutnya…. trainer memungut uang itu dan berkata lagi…. “kalian lihat uang 100 ribu rupiah ini, meskipun uang ini saya remas hingga lecek lalu saya siram dengan air hingga basah dan terakhir saya injak pula, uang ini tetap diingini banyak orang”.

Sejenak semua yang hadir diam sesaat berubah beraturan…. (hihihi… minjem kata-2 sapa yaaakk)

“Apa yang menyebabkan uang ini masih diingini oleh semua orang? lanjut si pembicara. yaaa…. “karena uang ini memiliki nilai yang sama meskipun diperlakukan dengan cara yang tidak baik”

Sahabat,

Dihadapan Tuhan manusia adalah makhluk dengan nilai tertinggi dari seluruh umat ciptaannya… Tidak peduli apakah kita seperti lembaran kertas uang seratus ribuan tadi… yang sekalipun diremas sampai kucel, diinjak-injak dan masuk got sekalipun, mata uang itu tetap mempunyai nilai yang sama… Yang merendahkan nilai jual hidup manusia adalah kelakuan manusia itu sendiri..

Karena perbedaan kasta, kekayaan, permasalahan yang dihadapi… kadang membuat penilaian diri oleh manusia lain dan dirinya sendiri menjadi sangat rendah… dan ini adalah merupakan kesalahan besar !!
Karena siapa yang merendahkan nilai manusia, sebenarnya dia sedang menghina Tuhan… yang sudah memberi nilai tertinggi pada ciptaannya…

Hargailah siapapun yang kita jumpai… karena kita sedang menghargai ciptaan Tuhan…

Okelah kalo begetuuu….. selamat menghargai sesama….

Best Regards,
trieand

Comments (43)

Ma’af . Pertamaxxx Neng

@Udin Hamd, iya oom… komengnya mana???… hehe…

Manusia lahir tanpa apa2 dan bukan siapa2..manusia mati jg hanya membawa kafan dan amal…serta meninggalkan kenangan…Jadi buat apa sombong? Pusing dg org2 yg sombong n arogan…®ehm dah pake plugin mobile wp yah!

@Bundapreneur, iyaakkk… nyawa juga titipan Allah ya bunda… blog bunda pasangin plugin mobile juga dong bunda… hehe…

@Erdien, Mantaaaffff pak… ane sedelapan buangeeettt… hehe…

manusia diciptakan oleh Allah dari tanah yng paling busuk, jadi untuk apa kita sombong..!!!

@dafiDRiau, hihihi… beneran neh mas… dari tanah paling busuk?… bener juga… ga seharusnya kita sombong

wew..betul banget Trie..
setiap orang patut dan berhak dihargai :sip:

@Wellsen, betul sen,,, dengan menghargai orang laen, kita berarti menghargai diri kita sendiri kan?

btw siapa yg akhirnya dapat uang 100rb itu ya? hehehe

@Iwan Kus, paling di masukin saku lagi yah… hahah… kalo dkasih ke salah satu orang pasti ga adil… :P

@LendraAndrian, hooh… buetul sekaleee… padahal dah kucel bin kumel… hehe…

@Iwan Kus, hihihi… trainernya pelit bin kikir mas… dah kucel masih diambil lagi… hehehe…

Mantap tuh trainernya. Udah pernah sih dapat yang kayak gitu dan sepertinya masih relevan di masa kini.

@Lutvi Avandi, Makaseehhh mas lutvi dah mo mampir ke blog aku… ini hasil belajar dari cafe bisnis lohhh…

udah lama gak mampir ke ‘rumah’ mba, sekarang lebih bagus euy…lol .
waw post’nya kembali membuat saya termotivasi untuk memperbaiki diri, makasih ya mba

@atha, makaseehh…. biar beda aja jadi gak pegel matanya… hehe:puyeng::puyeng:

tapi kayaknya prinsip yang ditulis di atas tidak berlaku waktu kejadian priok deh … heheheh…

@evan, :sip::sip: bener sekali mas… yg kemaren yang ditonjolin cuma ego masing-2… :hiks::hiks:

hohoho, maka dari itu dalam UUD 45 (loh?) hak2 warga negara dimata hukum itu sama. hehe, gak nyambung yah…

@Hanif, :sip::sip: disambung-sambungin juga gpp kok mas… hehe… makasih yak dah mampir:nyembah:

mantaf motivasinya..
salam kenal mba,kunjungan pertamax

@hakim, :matabelo: salam kenal balik… makasih kunjungannya… oh iya, aku dah mampir ke blog anda, tapi gak sukses komennya…:mikir::mikir:

Tingkah laku sehari-hari secara nggak langsung memberi label siapa diri kita sebenarnya. Dan inilah yang membedakan orang satu dengan yang lainnya.

@Agus Siswoyo, iya mas… bener bangeeettt….:hore::hore:

:sip: mari saling menghargai

@fanz, seeppp…. dengan merhargai bisa mengangkat nilai diri kita… makasih mas :nyembah:

@atha, makaseehh…. biar beda aja jadi gak pegel matanya… hehe:puyeng::puyeng:

:sip: mari saling menghargai

yang membedakan adalah akal budi dan perilakunya

@Peluang Usaha, :mlorok: bener banget mas, manusia dinilai dari perbuatannya…:koprol:

yang membedakan adalah akal budi dan perilakunya

@Hanif, :sip::sip: disambung-sambungin juga gpp kok mas… hehe… makasih yak dah mampir:nyembah:

@evan, :sip::sip: bener sekali mas… yg kemaren yang ditonjolin cuma ego masing-2… :hiks::hiks:

duit seratus rebuuuuu:mimisan: mauuuuu!!!!
gimana kalo gini, duit seratus ribu, nilai yang sama, meski di ucel-ucel dan diperlakukan buruk…. tetap berharga ya:mataduitan:

kadang betapa susahnya menjaga nilai yang sama (berbuat baik dan ada di jalur yg benar) ketika linkungan, maupun orang disekitar kita memperlakukan kita dengan buruk:melet:

kadang dendam atau marah :wooo: karena diperlakukan kasar

kadang menangis karena merasa tidak berguna:hiks:

nilai yang sama = untuk tidak bereaksi negatif meski lingkungan memperlakukan kita dengan buruk.

dimata tuhan orang tersebut akan jadi sangat mulia
he… he… ada yg mau jadi duit seratus ribu:phew:

@iwantrisna, :puyeng::puyeng: Woowww… sekali komen puanjang pollll…. tak ada kata laen selaen… MANTAAAAAFFFF….:melet::melet:

@trieand,

ya begitulah… tulisan MU bagus:ngupil: seperti virus menyebar dan mempengaruhi orang lain untuk menulis:nyembah: Good Job

@iwan trisna, makaseeehhhh :sip::sip:

setuju Trie, krn dr tindak tanduk kita sehari2lah, yg bisa membuat orang menilai kita.
salam

@bundadontworry, iyak bunda… makasih dah berkunjung kembali :nyembah::nyembah:

Post a comment

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :sliweran: more »