The Other Side of…

Dear All,

Pernahkah kita merasa frustasi sehingga mengira kita adalah orang termalang di dunia? Apalagi melihat sekeliling kita yang hidupnya kelihatan jauh lebih indah dari kita. Rasanya ….semakin membuat kita merasa menjadi orang yang kurang beruntung saja.

Ketika papiku meninggal, mungkin belum begitu merasakan kesedihan yang mendalam karena disamping masih kecil juga masih ada ibu dan kakak-kakak yang menemani. Tapi pas aku ditinggalkan oleh ibuku tercinta, rasanya kebahagiaanku terenggut semuanya. Apalagi setelah itu kakak-kakakku semua ikut meninggalkan aku kembali kerja di luar jawa. Hidup jadi sepi, gak ada sodara , gak ada teman. Semua itu membuat aku frustasi, untung masih ada simbok yang setia menemani aku dari kecil, yang telah kuanggap orang tua sendiri.

Tapi kadang kalau pas menghadapi masalah yang berat masih suka timbul rasa frustasi. Seringkali “frame” dalam benak aku adalah : “Aku ditinggalkan sendirian dan sangat sedih, hidup di dunia tanpa siapa-siapa, logikanya, semakin cepat mati akan semakin cepat ada kesempatan untuk ketemu dengan papi ama ibuk, kok tega-2nya yak…mereka meninggalkan aku, betapa jahatnya tuhan mengambil mereka semua dari aku.

Kemudian aku berusaha me-reframming dengan alam bawah sadar aku agar bisa melihat lebih jelas dari sisi lain yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya. Aku berusaha melihat dari sisi lain bahwa : “Aku bukannya ditinggalkan oleh mereka, justru karena masih ada pekerjaan yang harus aku tuntaskan”. Jadi logikanya aku balik, “Orang tuaku yang baik akan masuk syurga, tetapi bila aku mengakhiri hidupku dengan sia-sia aku akan masuk neraka malah justru tidak akan bertemu dengan mereka berdua”.

Orang tua tidak akan meninggalkan kita, dia akan selalu hidup dalam hati kita, menuntun diri kita untuk mencapai dan menghasilkan kehidupan yang lebih baik. Ini justru menjadi alasan bahwa sebagai anak aku harus bisa mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Aku berpikir Tuhan pasti mempunyai tujuan, kenapa aku dibiarka hidup, dan memikirkan orang yang berjuang setengah mati dan membayar sangat mahal untuk tetap hidup, tetapi tetap saja dipanggil, karena mungkin tujuan hidupnya sudah dianggap selesai oleh Tuhan. Sedangkan aku masih diberi hidup, berarti Tuhan masih mempunyai rencana yang penting untuk hidupku kedepan.

Bila sedang mengalami masalah berat, pasti tidak bisa berpikir jernih, stress, trauma rasa bersalah yang menghantui hidup. Maukah kita membukakan sisi lain yang tidak bisa dan mungkin tidak mampu kita lihat, selain sisi trauma, kesedihan dan ketakutan akan kesendirian.

Atau bila kita mengalami situasi yang berat, lihatlah masih ada sisi lain… yang seharusnya kita baca…sehingga kita tidak terpuruk dalam kesedihan yang teramat dalam.

Best Regards,

Trieand.

20 Comments to “The Other Side of…”

  1. wellsen 25 October 2009 at 3:45 am #

    Pertamaxxx… :sip:

    [Reply]

    trieand Reply:

    @wellsen, hehehe….:sip::sip:

    [Reply]

  2. wellsen 25 October 2009 at 3:48 am #

    merasa sebagai orang termalang di dunia?
    dulu pernah, tepatnya zaman sekolah dulu..
    tapi ternyata dengan merubah mindset, mindset “orang termalang” dulu jadi kelihatan konyol dan tidak masuk akal..
    Banyak orang di dunia ini yang jauh lebih malang dari kita..
    Jadi kita perlu belajar mensyukuri hidup kita..

    ngomong2 tentang frame, jadi ingat tehnik reframing.. hahaha:sip:

    [Reply]

    trieand Reply:

    @wellsen, sometime…kita juga pasti ngerasa lah jadi orang termalang di dunia…hehehe…:nangis::nangis:

    [Reply]

  3. arief maulana 25 October 2009 at 8:39 am #

    Nah, ini masih berkaitan dengan artikelnya mbak yg di blogku juga. Intinya… mampukah kita melihat nilai positif di balik satu kejadian yg mungkin dimata kita negatif… :mimisan:

    [Reply]

    trieand Reply:

    @arief maulana, :puyeng::puyeng: iya mas, untungnya cepetan nyadarnya…:sip::sip:

    [Reply]

  4. online-business-story.com 25 October 2009 at 2:26 pm #

    memandang ke orang yang lebih tidak beruntung mungkin solusi terbaik untuk lebih menghargai hidup.

    sering-sering melihat kebawah dan kita akan merasa menjadi bagian dari orang-orang yang sangat beruntung.

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

    [Reply]

    trieand Reply:

    @online-business-story.com, :sip::sip: iya pak…terima kasih…itu yang Insya Allah akan aku lakukan dalam menghargai apa yg diberikan olehNYA…:hiks::hiks:

    [Reply]

  5. alfon 27 October 2009 at 12:39 pm #

    syukuri apapun yang kita punya.. dan
    hilangkan kata

    saya tidak,
    saya akan,
    saya gagal,
    saya ragu
    bagaimana saya…
    maka yang terjadi malah lebih buruk dari yang anda duga

    tapi lebih baik
    saya pasti
    saya lebih
    saya sukses
    saya tahu
    saya yakin
    maka yang terjadi lebih baik dari anda duga

    bagaimana sukses bisa terjadi itu biar allah yang atur yang penting fokus dengan tujuan semula.. untuk mencapai cita-cita dan mimpi.. weleh.. weleh.. perasaan motivator ne :melet:

    [Reply]

    trieand Reply:

    @alfon, :lompat::lompat: makasih mas alfon dah mau menambahi…..:nyembah::nyembah:

    [Reply]

    Alfred Sejuta Cinta Yovie Nuno Reply:

    @alfon, nice tips mas alfon…hem beberapa sudah saya lakukan, hasilnya memang dahsyat…sekarang setiap bangun pagi, perasaan selalu good bahkan dahsyat :sip:
    karena mempraktekkan konsep2 ini:
    tapi lebih baik
    saya pasti
    saya lebih
    saya sukses
    saya tahu
    saya yakin

    [Reply]

    trieand Reply:

    @Alfred Sejuta Cinta Yovie Nuno, :hihi::hihi: mulai besok praktek ahhhh……. thanks yak….. :sip::sip:

    [Reply]

  6. bunda 27 October 2009 at 6:44 pm #

    yah, bagaimana kita melihat sesuatu, mau dibuat susah atau dibuat senang…..Betul yah Dek…mudah2an tidak merasa sendiri, karena tidak ada kehidupan yang abadi…..

    [Reply]

    trieand Reply:

    @bunda, :hiks::hiks: iya bunda….sekarang dah lebih bisa menerima kok…:nangis::nangis:

    [Reply]

  7. Alfred Sejuta Cinta Yovie Nuno 28 October 2009 at 9:05 am #

    judul yang tepat mbak…the other side….kita memang perlu melihat suatu hal yang terjadi dalam kehidupan kita dengan sudut pandang yang lain (other side), meski terkadang tidak mudah, dan butuh latihan yang banyak….:baca:

    [Reply]

    trieand Reply:

    @Alfred Sejuta Cinta Yovie Nuno, :mikir::mikir: iya mas, harus dibiasain biar ga nelangsa terus hidupnya…hehe:sip::sip:

    [Reply]

  8. ayamcinta 28 October 2009 at 6:25 pm #

    Nice post
    Tapi ko kaya bertentangan ma moodnya ya?
    :hihi:

    [Reply]

    trieand Reply:

    @ayamcinta, :ngupil::ngupil: hehehe…iya neh… yang nulis emang suka mood-2an….:sliweran::sliweran:

    [Reply]

  9. yudiacro 28 October 2009 at 11:13 pm #

    Selalu ada sudut pandang lain dalam melihat sesuatu.
    Karena tidak ada manusia yang sempurna,
    maka masing2 dari kita saling melengkapi satu sama lain.
    Jadi jangan pernah merasa sendirian :)

    [Reply]

    trieand Reply:

    @yudiacro, :sip::sip: iya…makasihhh….skrg orang sak dunia tak anggap temenku semua…hehehe…:lompat::lompat:

    [Reply]


Leave a Reply

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :sliweran: more »