rss
twitter
  •  

Seksi Matur Nuwun….(tengyu)

| Posted in curhat |

24

Dear All,

Hallo rekan-2 blogger semua, gara-2 badan kurang fit kemaren jadi kangen neh buat posting artikel beneran.Ini bermula karena keadaan sakit kemaren yang mengharuskan istirahat total selama 8 hari. Karena seringnya tidur jadi deh mimpi yang ga karu-2an.

Suatu malam, aku bermimpi “pergi” ke Surga dengan seorang malaikat yang menemaniku. Dialah yang menunjukkan aku seluruh keadaan Surga. Kami melihat banyak malaikat yang sibuk berlalu lalang.

Ketika kami memasuki salah satu ruang kerja malaikat pertama, kulihat banyak malaikat yang sibuk menyeleksi beribu-ribu lembar kertas. ketika aku memberanikan diri untuk bertanya, malaikat yang mengantarku berkata, “Ini adalah ruang Seksi Penerimaan, disinilah tempat  semua permintaan dan doa-doa diseleksi.” begitulah jawab sang malaikat pengantarku.

Kemudian kami sampai pada ruangan kedua, yang tak begitu berbeda dengan ruangan yang pertama tadi, rame malaikat berlalu-lalang. Malaikatkupun berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman, kerennya Seksi Packaging & Delivery. disinilah semua berkah-berkah akan diproses dan dikirim kepada manusia di dunia sesuai dengan bagiannya dan sesuai dengan kepantasan untuk mereka semua.” begitu penjelasan malaikat pengantarku.

Hingga akhirnya tibalah kami pada lorong ketiga, yang sangat amat membuatku terkejut, karena disitu tidak ada aktivitas yang berarti dibanding dengan kedua ruangan yang telah kami kunjungi. Di tempat ini hanya ada satu malaikat yang menunggu disana, sayapun tak sabar untuk menanyakannya. “Ruang apakah ini, wahai malaikat pengantarku?”. Dan dengan tertunduk sedih, malaikat pengantarkupun menjawab, “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih.”

Malaikat pengantarku itu meneruskan perkataannya, “Menyedihkan sekali, setelah manusia menerima berkah yang dia minta, sangat sedikit sekali mereka yang mau kembali dan mengirimkan pernyataan terima kasihnya.

Sahabatku semua,

Kalau kita punya tempat tinggal, pakaian yang pantas untuk menutup tubuh kita dan makanan di almari es kita, maka sejatinya kita adalah termasuk orang yang lebih kaya dari  sebagian besar penduduk di dunia ini.

Kalau kita diberi kesehatan, bisa tidur dengan nyenyak dan hati yang damai, maka kita termasuk orang yang langka, pribadi yang benar-2 beruntung.

Kalau masih ada sisa uang recehan di saku kita dan bisa berbagi dengan pengemis dan pengamen maka kita termasuk segelintir orang yang sejahtera diseluruh dunia.

Kalau kita tidak pernah mengalami ketakutan dan perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan dan penyiksaan, kelaparan yang amat sangat, maka kita adalah orang yang sangat beruntung dibanding 700 juta orang didunia ini.

Kalau orang tua kita masih hidup dan kita termasuk keluarga yang harmonis, tidak punya masalah kriminal, narkoba, maka kita berarti memiliki harta yang tak ternilai dibanding dengan jutaan orang yang berasal dari keluarga broken home,

Dan akhirnya, bersyukurlah kita bila masih ada orang yang mencintai kita dan kitapun masih diberi Tuhan rasa kasih sayang terhadap sesama, dibanding dengan orang yang telah mati rasa dan nuraninya.

Kalau begitu, tariklah napas dalam-dalam, hembuskan dengan perlahan, ungkapkan syukur dan terima kasihmu kepada Tuhan atas pemeliharaanNya kepada kita.

Selamat menjalani kehidupan selanjutnya, dan tetap puasa.

Best Regards,

trieand.

Comments (24)

Iya mbak.. Sering kali kita berdoa, meminta-minta kepada Allah, tetapi… begitu karunia nikmat telah kita peroleh, kita lupa bersyukur. Contoh kecil. Saat sebelum makan kita panjatkan doa (religius bener dech), tetapi… setelah kenyang, kita lupa untuk sekedar melafalkan alhamdulillah.
Terima kasih untuk sharingnya mbak…
Semoga lekas fit lagi dan bisa beraktifitas seperti sedia kala. Jaga kondisi supaya tetap sehat. Jangan lupa istirahat kalau memang badan membutuhkan istirahat. Jangan lupa makan kalau perut memang minta diisi.
Selamat berpuasa.

[Reply]

trieand Reply:

@Riswanto, :mikir: makasih mas sarannya, emang kadang kita inget ma YME hanya pas kita menderita, kalo sudah mendapatkan kesenangan ajdi lupa terima kasih… sayang sekali yak…:puyeng::puyeng:

[Reply]

:sip::sip::sip: mantebbb sekali mbak… jadi dapet ide postingan…
BERSYUKUR NYOK… :D

Cepet sembuh mbak :sip:… (btw koq lama betul sakitnya mbak???)

Regards
ALFRED

[Reply]

trieand Reply:

@Tips dan Trik SEO Pemula, :hiks::hiks: kacian ya gue… sakit mpe ga bisa ikut puasa, tapi sekarang dah fit lagi kok, makasih yak…:nyembah::nyembah:

[Reply]

setuju dengan komen riswanto
setuju dengan postingan ini

thanks for reminding me with this post
mengingatkan bahwa memiliki kehidupan, cinta dan berkatNya yang luar biasa

nice post tri

[Reply]

trieand Reply:

@depz, :lompat::lompat: sama-sama mas, makasih juga buat kunjungannya…:nyembah::nyembah:

[Reply]

:sip::sip::sip: KERENNNNNN…. artikelnya sangat menyentuh mbak… Trimakasih mbak atas shringnya…. :sip:

[Reply]

trieand Reply:

@T. Wahyudi, makasih mas…semoga ada manfaatnya yak…:nyembah::nyembah::nyembah:

[Reply]

Sangat menyentuh ceritanya:hihi: walaupun kedua orang tua sudah dipanggil YME, bukan berarti harus broken home kan:sip::sip: Karena hidup harus terus berjalan:sliweran:

[Reply]

trieand Reply:

@sumartono, :hiks::hiks: iya nih…sedih juga klo dah ga ada orang tua yak… apalagi dah mo lebaran…:nangis::nangis:

[Reply]

Luar biasa bagus sekali artikelnya mbak…touching but it’s true…nikmat yang kita terima akan menjadi bala bila kita tidak cepat mensyukurinya dan menghindari tindakan kufur nikmat. nice post.
salam,:sip::sip:

[Reply]

trieand Reply:

@agung jatnika, iya mas.. terima kasih dah mau menambahi….:nyembah::nyembah:

[Reply]

wew..keren mimpimu Trie.. hehehe
dan benar bahwa kita harus selalu bersyukur..
di luar sana banyak orang yang jauh lebih malang dari kita..

Mari bersyukur… :nyembah:

[Reply]

trieand Reply:

@wellsen, :hihi::hihi: emang aku suka mimpi kok, makanya aku ga mau stop dreaming…hehehe…:ngakak::ngakak:

[Reply]

iya nih.. mensyukuri hidup dalam keadaan apapun.. artikelnya menampar hehe tapi jangan keras2 sakiiit

[Reply]

trieand Reply:

@zams, :hihi::hihi: ga maksud menampar kok mas, cuma nyentil dikit biar gak sakit…hehehe…:sip::sip:

[Reply]

bener juga ya mbak. aku jg emang ngerasa sih kurang berterima kasih atas apa yang telah diberikan Allah, tp aku udah janji kok nanti klo udah agak tuaan dikit la baru mulai. sekarang sih udah jg tapi karna pergaulan jd agak kurang terima kasih………

[Reply]

trieand Reply:

@rico surbakti, :hiks::hiks: jangan nunggu tua dong….ntar ga cukup waktunya baru nyesel poll…..:mikir::mikir:

[Reply]

lama sekali sakitnya mbak trie…
semoga lebaran besok sudah fit 100%…
:sip::sip:

[Reply]

trieand Reply:

@IwanKus, :hiks::hiks: iya neh… mpe bosen ngitungin langit-2 RS, tp sekarang dah sehat kok walaupun blom 100% fit…:mimisan::mimisan:

[Reply]

:sip::sip::sip: ya ampyuuuummmm artikelnya ciamiiikkkk, benar2 menyentuh dan mengingatkan akan nikmat sebelum dicabut…..dah sembuh khan????btw, bunda sms koq ga bisa yahhh

[Reply]

trieand Reply:

@bunda, masa sie… biasa aja deh bunda, iya bunda moga aja kita selalu ingat ngucapin terima kasih atas pemberiannya yak…hehehe… kmaren no nya lagi tak copot bun, banyak telp ga jelass… maaf yak…

[Reply]

Apologia and Gratitude. Minta Maaf dan Terima Kasih.
Keduanya adalah bentuk dari keberanian dan kedewasaan,
bagi yang melakukannya.

Sayangnya dua hal yang indah dan dan harusnya mudah tadi,
menjadi hal yang sulit dan sangat jarang kita temui,
baik dari orang lain ataupun diri sendiri.

Artikel yang baik untuk introspeksi diri.. Makasih :)

[Reply]

trieand Reply:

@yudiacro, :lompat::lompat: makasih juga komennya…:sip::sip:

[Reply]

Post a comment

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :sliweran: more »