rss
twitter
  •  

Terperangkap Nafsu Sendiri

| Posted in Catatan Harian |

32

Dear All,

Tanpa terasa, dah lima hari kita jalanin puasa. Berbagai halangan dan rintangan pasti telah kita lalui. Tapi syukurlah kita tetap diberi kekuatan oleh Allah dalam menjalaninya. Amiiien.

Rasanya selama bulan puasa ini kalo mo nulis kok males amat yak. Ini yang aku rasakan, nggak tau kalo menurut yang lain. Tetapi walaupun males tetap diusahakan semangat buat berblogging ria.

Kali ini aku pengin nulis tentang  sesuatu yang oleh sebagian besar orang sangat dihindari.Menurut pendapat anda semua, apa sebabnya seekor tikus atau bahkan harimau yang besar n sangar sekalipun bisa sampai celaka dan masuk perangkap yang dibuat oleh manusia? Apakah kurang waspada, ataukah karena kelemahannya. Kalau menurut aku… bukan… karena menurut aku dalah hal waspada mereka itu jagonya. Dan lagi mereka juga bukan jenis binatang yang lemah.

Trus kenapa mereka masih juga bisa terperangkap?

Kalau menurut pendapat aku, “KARENA PERANGKAP ITU SELALU MENARIK”.

Perangkap akan selalu menarik untuk didekati. Mana ada seh tikus yang nolak makanan enak? Tikus gila kalee…. karena begitu mudah dan enak untuk dinikamati, maka…JEBRET…!!!!! celakalah si tikus yang terkurung dan binasa oleh nafsunya sendiri.

Jangan anda menyangka hanya tikus dan harimau yang bisa masuk perangkap, manuasiapun bisa juga dengan mudah masuk perangkap. Dan perangkap manusia adalah  “HIDUP ENAK”.

Hidup enak tidaklah salah. Siapaun di dunia ini pastilah memimpikan hidup enak, nyaman  dan lain sebagainya. akan tetapi jangan sampai hidup enak ini menjadi satu-satunya tujuan hidupnya. Bila itu tejadi maka hal itu akan bisa  mencelakakan diri anda.

Alasan-alasan aku adalah:

Meletakkan hidup enak sebagai tujuan akan membenamkan kita kedalam lingkaran setan, kesia-siaan, tahu kapan memulai tetapi tidak tahu kapan harus mengakhiri dan yang jelas tidak akan pernah terpuaskan.

Meletakkan hidup enak sebagai tujuan akan membuat orang mati nurani, hanya bisa melihat dirinya sendiri… orang lain hanyalah alat untuk diperah. Demi tujuan itu mereka rela merampok, menipu, memeras dan juga mengancam.

Meletakkan hidup enak sebagai tujuan menjadikan hidup mengalami pendangkalan, seperti sungai yang ditimbun sampah (menganggap sampah itu kekayaan sdb), akibatnya sungai mampet, menyebarkan bau busuk, menggangu sekitarnya dan akhirnya menjadi pangkal bencana. Hidup yang hanya menimbun dan tidak pernah disalurkan hanya akan membawa musibah akhirnya.

Lalu… apa solusinya,

Menurut aku solusinya gampang aja, bukalah mata dan pasang telinga lebar-lebar. Kalau kita masih bisa mendengar tangisan penderitaan, nyanyian kesepian, genderang permusuhan maka nurani kita sedang berbicara keras pada diri kita.

Tetapi apabila kita sudah tidak  bisa atau tidak mau mendengar semua itu maka yakinlah kita sudah dibutakan oleh jaman, sudah tidak punya hati nurani yang akhirnya akan terperangkap pada nafsu setan yang akan merugikan diri kita sendiri.

Selamat Berpuasa dan tetap Semangat.

Best Regards,

trieand.

Comments (32)

First of all, this is a good article :)

Seumur hidupnya manusia harus berperang melawan ego/nafsu/setan
(apapun namanya), baik dari dirinya sendiri maupun orang lain.
Bahkan orang2 yang sudah mencapai kesadaran berasio pun, masih harus menaklukkan hawa nafsu setiap saat.
Kadang menang, kadang kalah.
Ya, kita tahu siapa lebih banyak menang..

Menurut Sigmund Freud ada 3 tingkatan aktifitas mental-sosial manusia:
1. das Es (Id) = berhub dg insting dasar; makan, minum, sex etc.
2. das Ich (Ego) = berhub dg persepsi, intelektual, kognitif etc.
3. das Über-Ich (Super Ego) = berhub dg spiritualitas, kata hati, nurani etc.

Dalam hal ini terlihat, ada kalanya kita bisa sangat dekat dgn sifat2 hewani.
Namun Tuhan memberi kita Akal dan nurani, alat utk mengapai hakikat kehidupan yang baik.

Itu yang membedakan manusia dari makhluk lainnya ya dek :)

[Reply]

trieand Reply:

@yudiacro, :hihi::hihi:komentarnya tingkat tinggi neh…malah jadi bingung aku…:puyeng::puyeng: iyak aja dah…:sip::sip:

[Reply]

Alfred | Perlunya Bermimpi versi 1.2 Reply:

@trieand, :sip::sip::sip:yang komen di atas orang psikologi kali mbak:hore::hehe:Mantaabb…
Cieh, bulan puasa gini, makin mantaaaab aja artikel si mbak ini…:hore::hore: 4 jempol buat mbak 3and…:sip::sip::sip::sip:…Memang musuh terbesar manusia, adalah dirinya sendiri…sampai kapanpun…salam mbak:nyembah:

[Reply]

trieand Reply:

@Alfred | Perlunya Bermimpi versi 1.2, :hihi::hihi: mas yudi orang astronomi tapi mudheng psikologi juga….:bisik::bisik:… maksih yak…salam balik…:sip::sip:

[Reply]

Tulisannya bagus, menarik dan jelas. Tapi semuanya itu memang ada settingnya.Kalau kita hanya melihatnya dari dalam, memang terlihat bahwa orang atau siapapun yang terjebak itu karena serakah, kurang waspada dan yang semacamnya. Padahal kalau lihatnya dari kacamata jagat raya, maka semua itu terjadi tergantung sang DALANG, yang maha KUASA. Karena itu kita juga harus bersimpati kepada parakoruptor, dan sejenisnya. Karena mereka bukanlah orang ga punya, mereka sudah kaya, raya.Tapi ke jebak juga. Semoga mereka bertoubat dan kita ini terhindar dari yang dipilih untuk terjebak. http://haremenbatubara.com

[Reply]

trieand Reply:

@batubara, kalo semua tergantung sang Dalang (Tuhan) seh setuju banget…:sip::sip: tapi masak kita harus simpati pada para koruptor dan sejenisnya seh…:no::no:..maaf pak….:nyembah::nyembah:

[Reply]

Pencerahan yang baik di saat mau sholat duhur. Sholat dulu ah:ngikik::ngikik:

[Reply]

trieand Reply:

@sumartono, :plis: silahkan mas… ni dah jumatan yak…:sip::sip:

[Reply]

:hehe::hehe:saya mau hidup enak…tentu saja dengan cara2 yg baik dan terpuji…
btw trims atas pencerahannya…:plis::plis:

[Reply]

trieand Reply:

@IwanKus, :plis::plis: Bener mas… jalan yang baek buat hidup enak masih banyak asal kita mau berusaha keras…:sip::sip:

[Reply]

semangathhhhhhhhhhhhh

[Reply]

trieand Reply:

@depz, :wooo::wooo: Siapppp grakkkk:lompat::lompat:

[Reply]

Maka marilah kita selalu memupuk nafsu baik (nafsul muthmainah) dan memerangi nafsu jahat agar dunia ini terasa indah dan nyaman. Perang melawan nafsu (jahat) adalah tidak mudah dan inilah perang terbesar di sepanjang jaman. Bagi para koruptor, semoga di bulan suci ini mendapat pencerahan untuk segera bertaubat.

[Reply]

trieand Reply:

@Riswanto, :sikut::sikut: bener mas…lebih berat perang melawan hawa nafsu drpd perang dunia kalee….:wooo::wooo::bom::bom:

[Reply]

yach, kena perangkap dah disini!!

:lempar: :nyerah:

[Reply]

trieand Reply:

@zacky4style, :hihi::hihi: terperangkap disini enak loh…hehehe…:ngakak::ngakak:

[Reply]

:sip: ga nyangka yah de’ Trie bs nulis artikel sedalam ini….ternyata memang manusia pada keadaan: ‘aku suka pada nafsuku’ aku mau tapi tak mampu….Dan komennya juga bgs2…

[Reply]

trieand Reply:

@Bunda, bun… nulis ini juga karena tadi baru aja kesel ma yg punya pabrik yang mo ngurangi jatah THR dr biasanya..::bisik::bisik: seng duwe pabrik tambah serakah poll.. mpe buta mata & hatinya buat dengerin jeritan karyawannya..:kesel::kesel: tapi baru berani curhat lewat blog, blm berani terang-2an complainnya…:ngintip::ngintip:

[Reply]

Nah ini dia. Dah lahir ustadzah baru di bulan penuh berkah ini. Salut:sip:

[Reply]

trieand Reply:

@Khery Sudeska, :ngakak::ngakak: hahaha… ustadzah dari hongkong mas…:hihi::hihi: soale ni dah juengkel poll ma orang-2 yang buta nuraninya…:puyeng::puyeng:

[Reply]

IwanKus Reply:

@trieand, lho katanya dari kudus…hehe…:hehe::hehe:

[Reply]

trieand Reply:

@IwanKus, hehehe… dr kudus ding…:puyeng::puyeng:

[Reply]

Setuju..
Nice posting bu..

Salam kenal.

Musafir

[Reply]

trieand Reply:

@musafir, :sip::sip: terima kasih pak… salam kenal juga…:nyembah::nyembah:

[Reply]

Artinya kita perlu keseimbangan hidup ya? Tidak hanya terjebak dalam nafsu duniawi semata, saya yakin semua orang pernah mengalaminya. Ketika kita terlalu sibuk dengan nafsu2 kita, maka yang dirasakan adalah kesempitan hati, kehampaan hati, gelisah, selalu khawatir dan dihantui ketakutan yang tidak beralasan.

Memang sudah fitrah bahwa hati harus selalu mengingat kepada si pembuat hati. Agar hidup kita bisa bahagia. Amin.

[Reply]

trieand Reply:

@Ono Karsono, :sip::sip: bener sekali mas, saya 100% setuju dengan pendapat mas…:nyembah::nyembah:

[Reply]

Artikel yang menarik sekali, Trie..
Mengajak kita untuk merenung lagi tentang kehidupan..
Memang hidup bukan hanya sekedar untuk memuaskan nafsu..
Ada tujuan yang lebih tinggi lagi..Tujuan spiritual :hihi:

[Reply]

trieand Reply:

@wellsen, :hiks::hiks: Semoga kita masih tetap punya hati nurani yang bersih yak…sehingga gak terperangkap nafsu setan…:sip::sip:

[Reply]

mbak TRIEAND apa kabar SELAMT BERBUKA PUASA ya

[Reply]

trieand Reply:

@Betsy, :sip: kabar baik mbak… selamat berpuasa juga yak….:sliweran::sliweran:

[Reply]

Setuju, :lirik: Selalu waspada dengan yang namanya “hidup enak” dan “kenikmatan”, karena bisa saja itulah yang akan mengantarkan kita pada “perangkap hidup”. Jangan lupa tuk kendalikan nafsu, “perangkap” ada di sekeliling kita semua…:clinguk2:
Iklan Gratis

[Reply]

trieand Reply:

@Iklan Baris, :sip::sip: makasih komennya yak…semoga kita ga terperangkap oleh nafsu setan…:sikut::sikut:

[Reply]

Post a comment

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :sliweran: more »