Jadi kepiting sawah…., nggak banget….
| Posted in Catatan Harian | Posted on 07-06-2009
2
Dear all,
Malem-malem ga ada kerjaan, iseng-iseng pergi ke tempat dukun blogger, eh nemu artikel menarik…. Emang ga perlu nunggu tulisan kita dikomentari, klo pengin nulis ya nulis aja….
Enaknya nulis apaan ya..
Ini mulanya dr tugas keponakan aku yg masih SD buat praktikum sekolahnya disuruh nyari yang namanya kepiting sawah. karena di sekitar rumah ga ada sawah terpaksa deh minta tolong ma tukang sayur buat nyariin, tak taunya dibawain banyak banget ada klo 6 ekor. 6 ekor kepiting ditaruh di baskom dan tanpa sengaja aku merhatiin kelakuan kepiting sawah (karena nemunya di sawah kalee…)
Dan menariknya……kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha naik ke atas keluar dr baskom dg sekuat tenaga mereka, dg menggunakan capit-capit kuatnya. anehnya lagi gak ada yang bisa sampai ke atas baskom.
Kenapa….?Jika ada kepiting yang akan meloloskan diri pasti deh temen-temennya akan menariknya lagi ke dasar baskom. bila ada yang berusaha naik mpe mulut baskom pasti akan ditarik kembali turun. dan itu terjadi berulang-ulang sampe akhirnya gak ada seekor kepitingpun yg berhasil melarikan diri dr baskom. ternyata kepiting juga punya sifat sirik & dengki juga ma keberhasilan temennya.
Seperti juga dlm kehidupan ini, kita juga terkadang menjadi seperti kepiting sawah. yang seharusnya senang melihat keberhasilan orang lain kadang kita malah berprasangka buruk, trus mereka-reka… jangan-2 keberhasilan itu diraih dengan yang tidak benar.
Lebih parah lagi dalam bidang bisnis atau bidang lain yang mengandung unsur kompetisi. Ssifat iri, dengki, tak mau kalah atau munafik akan semakin nyata dan kalo tidak kita sadari akan membunuh diri kita sendiri…
Kesuksesan itu akan datang bila kita bisa menyadari bahwa dlm bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang tapi seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya….
Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bahkan bisa juga kita kalah dlm persaingan, namun yang pasti yang namanya PEMENANG sesungguhnya adalah orang yang memiliki jiwa besar, berani menerima kekalahan dan merasa ikut senang bila teman atau saingannya berhasil.
Tapi ini bukan perkara mudah, karena justru sifat IRI & DENGKI lah yang kadang lebih sering menguasai kita.
Coba kita bisa memikirkan berapa banyak waktu kita yang kita gunakan untuk memikirkan cara-cara untuk menjadi PEMENANG dalam kehidupan sosial, bsnis, sekolah atau agama.
Seandainya kita bisa mempergunakan waktu tersebut buat memikirkan cara-cara mengembangkan diri yang positif pastilah kita akan bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Tetapi biasanya waktu terbuang sia-sia hanya gara-gara memikirkan cara licik untuk penjatuhkan lawan, merasa marah dan jengkel karena saingan kita lebih berhasil. Jangan sampai kita bersikap seperti kepiting sawah yang sering menyakiti orang lain tetapi juga menyakiti diri kita sendiri…
Gelagat kepiting sawah adalah :
- Hobby membicarakan orang lain dan tidak mengetahui kelemahan sendiri sehingga dia sibuk merintangi jalan orang lain yang akan sukses dan  melupakan usaha mensukseskan diri sendiri dg cara yang positif.
- Selalu menyalahkan orang lain atau apa aja, semua selalu tidak ada yang benar, yang paling benar dan paling baik adalah dirinya sendiri.
Seharusnya kepiting-2 itu tolong menolong keluar dr baskom, saling mendukung untuk mencapai bibir baskom bukannya malah merintangi…!!
Buanglah sifat iri dan dengki yang ada pada diri kita dan jadikan dunia ini lebih baik.
Sekian dulu cerita hari ini, semoga bermanfaat…
Best Regards,
trieand



isi pertamax lagi…? dah penuh mas…
kelakuan tuh si kepiting sawah memang mirip dengan kondisi bisnis ini. saling bersaing bahkan iri dan dengki tetap no 1 yang selalu menguasai diri.
tanpa mengontrol sifat itu bakal lebih susah sukses…
omong2 mas masih ada kepiting sawah ga? aku minta dong buat masak seafood…
hehehe.
[Reply]
trieand Reply:
July 3rd, 2009 at 3:53 pm
Ini artikel lama mas, jelas aja pertamaxxx terus… mas nya yang jual kepiting sawah baru pulang kampung.. hehehe…
[Reply]