Menang atau kalah ?
| Posted in Catatan Harian | Posted on 16-05-2009
2
Dear All,
Salam kenal buat semua, ini pertama kali aku nulis di blog aku (emang msh gress alias baru jadi sore tadi) yang menurut aku sich lumayan keren… he..he..he. Narsis dikit boleh dong. Semoga tulisan aku ini gak ngebosenin n ada manfaatannya buat yang membacanya.
Ini tentang seorang pengemis, yang namanya pengemis so pasti miskin, n kebanyakan orang miskin pasti mimpinya setinggi langit. Pengemis ini punya kebiasaan jelek yaitu suka beli kupon undian. Setelah beberapa kali beli akhirnya mimpinya kesampaian, dialah yang menjadi pemenang pertamanya. Hadianya sejumlah uang yang menurut ukuran pengemis gedhee…..e banget.
Kebayang dong betapa senang bin bingungnya dia. Kenapa bingung? Masalahnya dia gak punya tempat penyimpanan yang aman, sedangkan hadiah baru bisa diambil satu bulan mendatang. Akhirnya kupon yang menang itu disimpan di kotak bambu sedekahnya yang ngikut kemanapun dia pergi. Aman khan?
Apa yang terjadi setelah itu, silahkan dibaca mpe tamat ya…..
Sejak saat itu si pengemis berubah jadi sombong, saking gembiranya dia jadi lupa diri, gayanyapun sekarang dah beda dari yang dulu. Kalau jalan penuh lagak n dah gak mau ngumpul dengan sesama pengemis lagi, mungkin dah ngerasa jadi orang kaya kali yee. Sehabis mengemis dia selalu meluangkan waktunya untuk melamun n mengkhayal bagaimana memenej uangnya kelak kalo hadiah dah diterima.
Dia mau beli rumah mewah lengkap dengan isinya, membeli mobil mewah ber AC dan tak ketinggalan mau mencari seorang istri yang Cuantik….. Wow… kehidupan yang demikian sungguh nikmat sekali.
Karena keseringan mengkhayal dia jadi membenci kehidupannya sebagai pengemis yang selalu hidup susah bertahun-tahun. Saking bencinya diapun mencampakkan kotak bambu sedekahnya ke dalam sungai yang curam, pikirnya buat buang sial kaleee.
“Aku sekarang dah kaya, buat apa kotak bambu usang ini?†Mungkin begitu pikirnya.
Yah…. emang udah nasibnya si pengemis itu miskin terus, waktu mau pergi menerima hadiah ia baru teringat dengan kupon hadianya yang tersimpan di kotak bambu sedekahnya yang dibuang ke sungai. Ia jadi terpaku, semua mimpi indahnya hilang tak berbekas.
Sahabat,
Ada banyak hal yang bisa membuat kita seperti sekarang ini, punya kedudukan, rumah, mobil atau apapun yang dah kita miliki saat ini. Faktor keberuntungan yang kita miliki bisa saja karena kita bekerja keras siang malam, mendapat warisan, dekat dengan pimpinan ataupun menang undian.
Yang jadi masalah sekarang banyak orang yang menjadi berbeda dibandingkan dengan sekian tahun yang lalu. Pertanyaannya ; dengan kehidupan yang sekarang ini apakah kita akan membenci dan lupa masa lalu kita? (kalo orang jawa bilang ; Kere munggah bale), menjadi sombong, meremehkan dan merendahkan orang lain dan menjadi tidak bersahabat….
Percayalah orang yang demikian itu sebenarnya dah membuang kehidupannya, menghancurkan dirinya sendiri n dia adalah orang yang paling miskin sedunia (termiskin didunia kayak lagu dangdut itu lhoo), sama sekali gak punya apa-apa yang bisa dia banggakan.
kalau saja kita bisa melihat bahwa kekayaan merupakan berkah, kedudukan adalah amanah n kehebatan kita adalah anugerah, maka mungkin kita adalah orang paling kaya dimata orang di sekitar kita. Tuhanpun akan tersenyum karena apa yang dititipkanNYA kita manfaatkan dengan benar. Kalau kita punya berkah n menjadi saluran bagi orang lain dunia ini akan menjadi sangat indah oleh kekayaan hati kita.
Dah dulu artikel yang kali ini, semoga bermanfaat bagi semuanya yang baca….
Best Regards,
Trieand



apa yang kita dapat saat ini
adalah yang terbaik untuk kita.
khayalan kadang memang indah
tapi tetap saja bukan kenyataan.
[Reply]
Se7 mas, menghayal cuma pekerjaan orang malezzz…. stop dreaming start action… hahaha…
[Reply]