rss
twitter
  •  

Bohong demi kebaikan? Bolehkah?

| Posted in Motivation |

6

imagesboDear all,

Kali ini aku pengin menyampaikan cerita yang sebenarnya lucu keliatannya, tapi bermakna banget. Tentunya tak ada dari kita yang tak pernah BOHONG, Bener nggak?

Ada seorang penebang kayu miskin (smg gak bosen ya ttg orang miskin mulu… he…he…). Dia kehilangan barang yang menurutnya berharga bgt karena itu sumber penghidupannya yaitu kapaknya yang jatuh ke sungai. Dia menangis sedih & berdoa, shg Dewapun muncul dan bertanya. “Kok kamu menangis kenapa?” Diapun menjelaskan kalau kapaknya hilang jatuh ke sungai.

Lanjutannya,  silahkan baca neh….

Lalu Dewa itu menghilang dan tak berapa lama muncul membawa kapak emas dan bertanya, “apakah ini kapakmu?”
“Bukan Dewa”
Lalu Dewapun kembali muncul dg kapak perak. “apakah ini kapakmu?”
“Bukan Dewa” jawab penebang pohon itu.
Dewapun kembali ganti membawa kapak butut, jelek dg pegangan kayu bermata besi, “apakah ini kapakmu?” tanyanya.
Spontan si penebang kayu menjawab, “Ya, Dewa ini benar kapak saya”.

“Kamu memang orang jujur, nah ini aku hadiahkan semua kapak ini sebagai upah kejujuranmu”.
Penebang kayu itupun amatlah gembira, dia bersyukur dan pulang ke rumahnya.

Beberapa hari kemudian ketika sedang menyeberang sungai bukan kapaknya yang terjatuh ke sungai, tapi istrinya terjatuh ke sungai.
Diapun menangis dan berdoa, maka dewapun muncul lagi.

“Kenapa kamu menangis lagi?” Tanya Dewa.
“Istriku satu-2nya yg amat aku cintai terjatuh ke sungai Dewa”
Dewapun menghilang ke sungai dan muncul membawa JLo alias si seksi Jennifer Lopez.
“Apakah ini istrimu?” Spontan pengemis itu menjawab, “Benar Dewa”.

Dewapun marah kepadanya dan berkata, “Kamu Bohong, kemana kau buang kejujuranmu?”

Penebang pohon itu dengan takut dan gemetar berkata : “Dewa, jika saya tadi menjawab tidak maka pasti Dewa akan ganti membawa Angelina Jolie dan bila saya menjawab tidak, maka Dewa akan membawa istri saya yang asli, saya ini orang miskin Dewa mana mungkin saya bisa membahagiakan tiga orang istri….”

Dewa. “….????!!!!!”.

Mungkin yang ngebaca cerita ini tersenyum simpul, tetapi apakah itu dg maksud baik or tidak baik tentu akan menjadi kontroversi antara yang se7 maupun gak gak se7.
Ada yang bilang Bohong ya tetap bohong sementara yang lain bilang berbohong dengan maksud baik lebih efektif u/ mencapai tujuan yang baik.

Satu hal yang harus diingat adalah bahwa seluruh kehidupan selalu dimulai dari HATI, Cuma Broery Pesolima aja yang bisa membuat semangka berdaun sirih. Setiap pohon akan dikenal dari buahnya. Pohon mangga akan berbuah mangga gak mungkin berbuah durian. Pohon yang baik akan berbuah baik pula dan akan bisa dinikamati semua orang.

Dari hati yang baik akan keluar tingakah laku yang baik pula. Mungkin orang yang model kayak gini akan menjadikan kebohongan sebagai alternatif yang sangat-sangat-sangat-sangat terakhir dan tak memilih kebohongan sebagai gaya hidup. Dan setuju maupun tidah orang disekitar kitalah yang akan menjadi hakimnya apakh anda tulus atau bohong.

Kalau kita bisa hidup dalam kewajaran dan transparan, kenapa kita harus bohong?

Bagaimana menurut anda, apa kebohongan masih perlu dilakukan demi mengejar tujuan yang lebih baik?

Best Regards,

Trieand.

Comments (6)

Artikel yg menarik.
Ga enak kok hidup dalam kepura2an dan kebohongan. Tp kalo memang dihadapkan dg keadaan terdesak dimana bohong jauh lbh bagus dibanding jujur ya apa boleh buatt…

[Reply]

trieand Reply:

@ADAbisnis, tapi yg namanya bohong ya tetep bohong dong… tetep dosa…

[Reply]

Bagaimanapun kebohongan bukan jalan terbaik. Bisa jadi itu akan menghambat semuanya.

[Reply]

trieand Reply:

@pangki[dot]com, bener mas, tapi dalam keadaan kepepet biasanya apapun akan dilakukan termasuk berbohong

[Reply]

kadang bohong emang lebih baik, btw, Blognya keren. btw, Jangan lupa, Layanan situs Iklan terbaik ada di http://pariwara.us.to

[Reply]

trieand Reply:

@Hourly Tech Updates, :puyeng::puyeng:hehehe…kok malah iklan seh… ya wes gpp… makasih dah mampir mas/mbak…:sip::sip:

[Reply]

Post a comment

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :sliweran: more »