rss
twitter
  •  

Naluri Alamiah

| Posted in Motivation |

2

kerjasama-msantikaDear All,

Dah tiga hari ini aku gak posting artikel, kerjaan cuma ngutak-atik template agar lebih enak diliat.
Agak males juga seh…. dah nulis tp aku sendiri ngerasa kurang sreg dg tulisanku. Tapi biar aja, hitung-hitung buat latihan, yang penting keep posting, mo dianggap bagus or sampah EGP.

Mo tau ceritanya,  silahkan baca deh….

Kali ini ceritanya ttg seorang bhiksu (bukan orang miskin lagi lho) yang melihat kalajengking mengambang berputar-putar di air. Dia mau menolong tp kalajengking malah menyengatnya. Tapi sang bhiksu nggak nyerah gitu aja, dia tetap berusaha sekuat tenaga untuk menolong kalajengking yang juga berusaha menyengat terus-menerus.

Sampai akhirnya ada orang yang menghentikan usaha bhiksu tua itu. Tapi tak disangka bhiksu tua itu berkata, “Secara alamiah kalajengking itu memang menyengat, tapi secara alamiah pula saya ini mengasihi. Kenapa saya harus melepaskan naluri alamiah saya untuk mengasihi cuma gara-gara karena kalajengking yang juga secara alamiah menyengat saya?

Sahabat,

Sebenarnya Tuhan itu telah ngasih ke kita naluri alamiah yang baik, tetapi dunia ini kadang mengubah seseorang sehingga memiliki naluri yang “suka menyengat”.
hal ini banyak kita temui di lingkungan sekitar kita. Kita sering “tersengat” oleh orang di sekitar kita dan itu biasanya yang mengubah naluri alamiah yang baik yang tuhan berikan sejak kita dilahirkan, karena kita akan membalas “menyengat” atau paling tidak menghindar (Siapa sih yang mau selalu “disengat”). Kalau pengin liat acara sengat menyengat paling rame ntar pas ada pilpres.

Jadilah hukum sengat menyengat yang membuat dunia ini jadi kacau balau.

Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi di komunitas kita.

Hanya orang luar biasalah yang akan mampu mempertahankan naluri alamiahnya yang baik, dalam situasi dunia yang saling “menyengat”.

Jangan berhenti mengasihi,
Jangan menghentikan kebaikan kita,
Bahkan meskipun orang lain “menyengat” kita.

Regards,

Trieand.

NB : tp yang nulis ini terus terang juga sering “tersengat” dan juga “menyengat” (nggak muna)

Comments (2)

ok bgt ni…naluri alamiah/insting kadang nggk dimaksimalkan,,jadi omongan orang lain malahan didengerin..

apa yg dipikirkan terkadang bisa terjadi,sebab perkataan adalah sebagian dari doa..

@wiwinds, hehehe… pinter deh mba Wiwinds.. bisa kualat lah yaw…

Post a comment

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: :sliweran: more »